Pages

Monday, October 24, 2011

Dari Libya sampai China

Tajuk berjudul kemanusiaan di muka bumi ini nampaknya sudah mulai pudar. belakangan mencuat tentang kasus lengsernya Moammar Khadafi dari kursi kepemimpinannya di Libya. Tentu seluruh masyarakat libya amat senang apalagi dengan lengsernya khadafi berarti seluruh penyiksaan dan ketidak adilan akan hilang dengan sendirinya (mungkin). tapi, di tengah-gegap gempita kegembiraan masyarakat :ibya ini, ada suatu hal yang ganjil yang membuat saya tak habis pikir dan bertanya bagaimana mungkin seorang manusia ingin menghapuskan penindasan terhadap manusia lain dengan cara menindas atau menyiksa manusia lain. terlepas dari semua kekejaman yang dibuat oleh khadafi, tindakan pihak oposisi libya yang menyeret, memukuli dan mencederai khadafi sampai berdarah-darah adalah tindakan yang tidak berperi kemanusiaan apalagi sampai diabadikan dan disebarkan keseluruh masyarakat di dunia lewat internet.

tak berhenti di libya, ketidak sadaran akan kemanusiaan ini juga terjadi di china. bagaimana mungkin seorang balita yang tertabrak dan tergeletak takberdaya di jalanan dibiarkan saja oleh orang-orang yang melintas dijalan itu. anak itu tak ayal dianggap seperti tikus yang mati dijalanan dan hanya dilihat saja tanpa ada orang yang mau bersusah suah hanya dengan menepikan atau meminta pertolongan agar anak itu tidak terlalu parah. bahkan bocah yang sudah terkapar itu masih harus dilindas mobil lain yang melewati jalan itu.

tidak hanya itu, kamis pkan lalu di negara yang sama ada seorang bocah yang yang tertabrak dan agar si sopir tidak membayar denda yang lebih tinggi ia menggilas sekali lagi sei bocah sampai mati. karena bayar denda/ kompensasi terhadap orang yg meninggal lebih kecil daripada harus dibawa ke rumahsakit

Libya dan China hanyalah dua contoh negara yang baru ketahuan sisi busuknya. tak tahu dinegara lainnya. emang manusia itu lebih bejat dari pada binatang!!!

Wednesday, October 12, 2011

PSSI

foto-persib-bandung-vs-sriwijaya-2.jpgKembali PSSI membuat kebijakan yang aneh dan terkesan GOBLOK! salah satu peraturan terbodoh yang dibuat PSSI adalah pembatasan nomor punggung pemain menjadi sampai nomor 50 saja. tentunya banyak pemain yang harus mengganti nomor punggung mereka seperti para pemain persib yakni Miljan Radovic yang awalnya bernomor 58 harus diganti 50 karena kesampahan PSSI ini.
berikut pemain persib yang harus berganti nomor punggung karena kebijakan bodoh PSSI:


Miljan Radovic 58 menjadi 50
M. Ilham 81 menjadi 17
Cecep Supriyatna 55 menjadi 32
Sigit Hermawan 69 menjadi 29

Monday, October 10, 2011

semesta berbisik

semesta berbisik lewat nyanyian jangkrik di malam hari

semesta berbisik lewat angin dingin di malam hari 

semesta berbisik lewat gelapnya malam hari 

semesta berbisik lewat cahaya bulan yg menerangi 

semesta berbisik lewat deru mobil yg jarang 

semesta berbisik lewat nyamuk yang menggigit 

semesta berbisik lewat awan pekat yang berkelana 

semesta berbisik lewat dengkuran lelap manusia 

semesta berbisik lewat suara nafas yang tak terdengar 

semesta berbisik lewat tetesan embun di daun-daun 

semesta berbisik, berbisik

Saturday, July 30, 2011

yuk kita korupsi!

yuk kita korupsi!
karna korupsi sudah seperti makan nasi
yuk kita korupsi!
kalo gak korupsi nanti nasinya basi
yuk kita korupsi!
karna kalo udah basi gak bisa dikonsumsi
yuk kita korupsi!
karna kalo udah gak bisa dikonsumsi kita bisa beli lagi

yuk kita korupsi!
karna kalo nasinya basi dan gak bisa dikonsumsi. kita bisa beli lagi..
dan pastinya pake duit korupsi..
note ini gak jelas??
biarin yang penting korupsi!!!

BhonekaTtunggal Ika

ini cuman notes dari facebook saya semoga ganteng!!! :D

"saya tringat akan sbuah semboyan yg menggambarkan keindahan prbedaan & prsatuan
semboyan yg berbunyi BHINEKA TUNGGAL IKA
yg seingat saya artinya berbeda2 tapi tetap satu jua
kini semboyan yg digenggam garuda ini nampaknya brlawanan antara arti dg kondisi saat ini
tak ada prbedaan yg menyatukan warga indonesia
mulai dr bisnis, olahraga bahkan agama

dan mungkin akan lbh tepat jika diubah menjadi
BHONEKA TUNGGAL IKA yg artinya berbeda2 sama dgn boneka

YA. seperti boneka yang bisa diadu bahkan beradu"

hati-hati!: tusuk gigi bisa bikin kena HIV

informasi ini saya dapat ketika saya melakukan tur pramusim di amerika serikat (eh, salah. MU kaleee..) yang bener informasi ini saya dapet saat saya silaturahim ke SMP dan SMA saya dibogor, guru saya menceritakan bahwa tusuk gigi bisa bikin kita kena HIV. kenapa?

"jadi ceritanya gini" kata beliau sok serius :D
"kan di depok itu banyak orang yang kena HIV trus mereka tuh kes.el karena nggak di perhatikan sama pemerintah. OKI (Oleh karena itu), mereka pun melampiaskan kekesalannya dengan cara menyebarkan virus yang mereka punya ke masyarakat luas. salah satu caranya itu lewat tusuk gigi. jadi abis mereka makan, mereka pake tusuk gigi ampe darahnya tuh nempel di tusuk gigi. trus, tusuk giginya tuh di lap ampe kering dan ditaro lagi di tempatnya. jadi kalo ada orang yang make tusuk gigi itu, otomatis orangnya akan kena atau tertular virus HIV yang bisa bikin kita kena penyakit AIDS"

busyeeeettt gw ampe merinding dengernya untung gw jarang pake tusuk gigi. ati2 aja dah yang suka pake tusuk gigi biasanya sih yang pake behel atau kawat gigi. ckckck lindungilah hambamu ini ya Allahh.... amin

Tuesday, July 26, 2011

desa yang luput dari zakat

semester ini saya ditunjuk sebagai PJ acara Baksos atau bakti sosial yang diadakan setiap tahun oleh fakultas saya.karena saya PJ acara, saya harus ikut survey ke tempat yang akan menjadi tempat tujuan baksos tersebut. maka saya beserta teman-teman saya yang lain mengadakan survey dan acara menginap yang dimaksudkan agar lebih mengenal medan yang akan di hadapi. kebetulan baksos tahun ini tim kami memilih di daerah bogor tepatnya di daerah jampang dengan pertimbangan agar tidak jauh sehingga negosiasi dengan pihak dekanat lebih mudah. saat saya mendengar kata jampang, yang saya bayangkan adalah jampang kemang yang merupakan tempat saya menuntut ilmu SMP dan SMA. dan saya agak sedikit protes karena menurut saya jampang kemang tidak terlalu membutuhkan pertolongan karena transportasi yang mudah dan sudah tergolong desa yang boleh dikatakan mampu menghidupi diri sendiri.

Namun setelah melakukan perjalanan, ternyata jampang yang dimaksud adalah jampang gunung sindur yang berbatasan dengan tangerang selatan dan dekat rumpin. setelah sampai disana, saya tidak terlalu terkejut dengan suasana disana karena saya pikir wajar kalau desa keadaannya seperti ini. saya pun masuk ke kator desa yang kebetulan sedang libur sehingga terlihat kosong hanya ada pak pepen yang merupakan staff desa di bagian pembangunan desa. kami pun mengobrol diselingi gurauan ala pak pepen yang kebetulan merupakan orang yang ramah walaupun mukanya terlihat galak:D.

kami pun ngobrol ngalor-ngidul mengenai keadaan desa dan penduduk yang tinggal disana. saya sedikit agak janggal mendengar penjelasan pak pepen karena beliau bilang bahwa di desa ini kekurangan air. bagaimana mungkin sebuah desa kekuarangan air? kalo kata bang Haji Rhoma Irama "sungguh terlalu...". agar kami mempunyai lebih banyak data dan lebih jelas tentang kondisi desa tersebut, maka saya berdua bersama teman saya pergi ke rumah pak lurah ditemani pak pepen naik sepeda motor. kami bertiga pun mengobrol diperjalanan yang ternyata masih banyak lagi kekurangan dan masalah yang ada di desa tersebut. sepanjang perjalanan pun kami harus berhati-hati karena jalanan disana hanya tanah dan batu kali yang justru membahayakan karena tanah yang tergerus hujan sehingga hanya menyisakan batu-batu kali yang sebesar kepalan tangan.

Namun, sebelum samapai ke rumah pak lurah ternyata pak lurah sedang jajan di warung yang kebetulan dekat dengan truk-truk pengangkut tanah yang setelah ditanya katanya tanah tersebut di bawa ke tangerang untuk memperluas lahan. kami pun bercengkrama dengan santai sambil disuguhi air seadanya di warung tersebut. beliau menceritakan suka-duka dan juga kekurangan yang ada di desa itu. mulai dari air yang susah, lampu jalanan yang mati sehingga menyulitkan penglihatan di malam hari, jalan yang rusak dan hancur, juga ketidak pedulian pejabat atas akan kebutuhan desa tersebut. saya hanya manggut-manggut mengamini perkataannya.

karena dirasa cukup mendapatkan informasi dari pak lurah, saya pun kembali ke kantor desa untuk bersiap-siap mandi dan lain lain. namun, saat kita ingin mandi susah sekal mencari air dan bahkan teman saya yang kebelet ingin buang air terpaksa menahannya karena susah sekali mencari jamban disana.

malam pun tiba, kami tim survey panitia baksos menginap di kantor desa dengan beralaskan karpet dan tikar. sesekal kami keluar untuk melihat-lihat keadaan yang ternyata sangat gelap sekali karena tidak adanya penerangan sama sekali. menurut cerita warga sana, dulu ada penerangan lampu-lampu jalan tapi entah kenapa tiba-tiba lampunya mati satu demi satu dan akhirnya tak ada lagi yang menyala. mereka pun pernah mengusulkan kepada lurah tapi katanya harus dari pemerintah daerah karena dananya dari atas. namun, sudah berapa bulan tak ada penerangan. yang membuat desa itu sunyi dan gelap karena tidak ada yang berani keluar malam-malam kecuali pemuda atau bapak bapak yang terpaksa harus ronda setiap malam.

mungkin itu sedikit sharing tentang kehidupan manusia yang terpinggingkar oleh peradaban yang bahkan tidak jauh dari pusat penyalur zakat LPI dompet dhuafa dan juga terlupKan oleh gemerlap ibu kota yang setiap harinya tumbuh pohon beton yang menjulang atau biasa disebut gedung.